"Video gay anak smp blog" - Views: 27 · Hits: 27 - Type: Public


Video gay anak smp blog

♡ Copy Link & paste in new tab: https://bit.ly/2QMBSmN















Angin semilir menerpa wajah dan tubuhku,terasa sejuk membelai rambutku. Sejenak ku hela napas,sekedar melepas beban pikran dari kepalaku,,tiba tiba ingatanku melayang bak frame film yang memutar kisah tiga tahun lalu…. Awal perkenalanku dengan dia.. Waktu itu aku barusan keluar dari tempat kerjaku sebagai buruh pabrik. Kemudian atas bantuan emak aku yang berprofesi sebagai PRT di rumah dinas wakil bupati aku bakal dimasukkan sebagai OB di BPR punya pemda. Ya berkat jasa emak aku yang meminta lowongan pada pak wabup akhirnya aku bisa memperoleh kerjaan lagi. Sedangkan gerry adalah seorang pegawai honorer yang bertugas mengurus rumah dinas pak wabup,sudah lama dia bertugas di sana sejak wabup yg dahulu masih bertugas,artinya dia bekrja sudah dua periode masa jabatan wabup. Gerry anaknya sangat ramah, usianya mungkin sepantaran denganku, sambil menunggu BPR resmi dibuka, aku tidur sekamar dengannya,karna buat ngkost tentu belum mampu,aku tinggal di rumdin wabup sampai aku benar bekerja di kantor baruku, Hari hariku dengan gerry… Selama aku dirumah dinas wabup hari hariku ku isi dengan membantu tugas tugas gerry seperti menyapu ngepel,atau cuci mobil. Dengan anak anak pak wabup sendiri aku tak kesulitan beradapatsi,kebetulan semuanya cewek,karena anak pak wabup yang cowok sudah pada mandiri. Dengan gerry aku sangat dekat karena kemana saja kami selalu bersama makan,tidur,kerja,selalu kami lakukan bersama,cuman mandi aja yg gak bareng J dari kedekatan kami itulah sering kami diledekin sama ajudan ajudan dan sopir sopir pak wabup seperti suami istri,,haha ada ada aja.. Latar belakang gerry pun tidak jauh beda sepertiku,ibunya menjanda dan jualan jamu keliling sama seperti emak yg sudah janda, hanya yang membuat aku prihatin saat ku diajak main ke rumahnya kuliat kondisi fisik ibunya yg cacat,kakinya kecil sebelah,jalannya pincang, aku merasa terenyuh dan kasihan.. Sesampainya di rumdin wabup kami langsung rebahan di kamar,karena pengaruh panasnya alkohol malam itu kami tidur telanjang,,cuman mengenakan cd tanpa baju ,aku tidur seranjang bereng gerry, musik kami setel keras2 dengan backsound musik underground menambah hotnya kamar kami,kebetulan kamar kami cukup jauh dari rumah utama sehingga kami sering menyetel musik keras2 tanpa takut diprotes tetangga,,hehehe Sialnya malam itu banyak banget nyamuk sehingga seprei kami jadikan selimut dan kmi tidur berada dalam satu selimut. Aku diam saja,tapi kepalaku malah kusenderkan ke bahunya. Aku yang didorong2 begitu justru semakin nakal,ku pegang kontolnya sambil tertawa2. Wah rasanya kok malah ketagihan, malamnya aku beraksi lagi,walaupun agak tegang tapi ya dia juga mau dan menikmati bahkan waktu aku buat cupangan di dadanya malah dengan sengaja dia pamerin ke semua orang. I dont know… Sejak kejdian itu justru hubunganku dengannya semakin memburuk. Kami lebih banyak diam tapi kegiatan mengasyikan itu masih terus saja,entah apa dalam pikirannya sedangkan dipikiranku justru bingung,persahabatan ini terlalu berlebihan dan tidak wajar. Kini gerry selalu menjaga jarak denganku,siang hari jarang ngajak ngobrol atau mengajak aku main keteman temannya,aku semakin curiga,apakah dia ceritakan semua kejadian itu kepada orang lain?? Dan pada suatu malam saat dia meminta jatahnya aku justru menolak dan menendangnya, kemarahanku memuncak dan esoknya dia semakin mengacuhkan aku. Akhirnya aku pulang kampung dengan perasaan kecewa dengan tingkahnya gerry. Aku ga bisa terima diperlakukan seperti itu padahal kan yang enak dia,aku udah capek2 sampek tanganku pegal buat colliin dia J ga pernah dianggap,apalagi ngucapin terimakasih? Waduuuh,,mampus aku ,,kok tega teganya sie gerry ngomong ke emakku. Serba rumit aku hanya bisa menangis dalam hati,sakiiiit rasa hati ini,sekejam itukah dia ingin menghancurkan kebahagiaan emakku,,ya yg kupikirkan emak,gimana perasaannya pasti emak bakalan malu kalo tau anaknya seperti ini,tapi ini bukan kehendakku,,entah mengapa aku seperti ini,kehilangan kendali,mungkin waktu dan keadaan sepertinya yg membuat semua ini terjadi… Tapi aku harus tegar,biarlah yang udah terjadi akan kupertanggung jawabkan. Akhirnya kuputuskan untuk kembali ke rumdin wabup. Di rumah dinas keadaannya menjadi lain,aku yang tadinya dongkol setengah mati sama gerry,berniat meninju atau menendang dia malah tak bisa berbuat apa apa. Aku hanya diam saja,setiap melihat mukanya aku menunduk,aku bener bener gak tega lihat dia,boro boro mau menyakitinya,aku sangat mencintai dia,,,ya aku bener bener cinta dia. Emakku heran liat sikapku,tapi tak berani tanya padaku, mungkin dalam pikiran emakku itu tandanya anaknya memang homo,atau mungkin anaknya sudah dewasa sehingga bisa meredam emosi,,,tapi ku katakan juga sama emakku kalau aku nggak mau malu dan nggak enak sama keluarga bapak wabup,kalau aku sampe berantem sama gerry. Kebetulan calon direksi sekarang jadi pimpinanku di kantor datang,karena kantor baruku segera beroperasional dan beliau ditempatkan menginap di rumah dinas,aku secara otomatis pindah ke tempat beliau karena di rumah dinasnya beliau tidak membawa keluarga. Lumayanlah daripada aku dekat gerry,bikin sakit hati aja. Sejak itu aku ikut sama pimpinanku,karena kebetulan dia tidak membawa keluarga dan seminggu sekali dia ke jakarta,aku tidak lagi tinggal di rumah dinas wabup dan tak pernah ketemu gerry,gak lama emakku pun berhenti kerja karena harus mengurus kakek yang sakit sakitan. Sekarang posisiku staf di kantorku,tidak lagi menjadi OB. Aku cukup mendapat pelajaran dari kejadian dengan gerry dan tak pernah lagi membuka hati untuk cowok,aku berusaha hidup normal,meski samapai kini belum menemukan wanita yang tepat untuk dijadikan istri. Aku berusaha melupakan gerry,terlalu sakit hati ini dibuatnya,kadang kami berjumpa di kantor pemda,tapi seolah tak kenal,kami saling diam,saling membuang muka,aku sakit setiap melihat sosoknya namun masih ku akui,dalam hatiku masih ada cinta yang teramat besar untuknya. Angin malam terasa semakin dingin menerpa badanku,namun justru hatiku yang menderita. Kupandangi lekat lekat surat undangan berwarna pink yang diterima emak tadi siang,ada nama gerry disana sebagai mempelai pria.